Traveltext.id

SMAILING TOUR CATAT KINERJA POSITIF DI SEMESTER 1-2019

ADALAH PT Smailing Tour & Travel Service masih optimistis melihat prospek industri pariwisata di semester II-2019. Hal ini berkaca dari hasil yang cukup memuaskan di paruh pertama tahun ini.

Menurut Putu Ayu Aristyadewi, Group Vice President Marketing and Communication Smailing Tour and Travel Service menjelaskan sejak awal tahun pihak perusahaan menebarkan experience tour yang banyak diminati oleh kelompok angkatan kerja atau milenial.

“Sejak awal tahun, atau tepatnya Maret 2019, kami fokus menjual experience tour dimana kami menawarkan aktivitas atau tujuan berlibur. Ada jenis foody experience, adventure experience, romantic experience, hingga culinary experience,” ujar Putu Ayu.

Dikatakan, di samping itu, paket open trip juga mendapat respon yang positif dari wisatawan. Untuk menjaga keadaan yang cukup baik, Smailing Tour membangun kanal online seperti e-commerce, untuk menyediakan layanan pembelian tiket hingga jasa pengaplikasian visa.

“Semester I-2019, perjalanan ke Asia Utara menjadi primadona wisatawan domestik. Negara Jepang, Korea Selatan dan China menjadi favorit karena negara tersebut memiliki sensasi berbeda tiap musimnya, kemudahan aplikasi visa, banyaknya penerbangan ke negara tersebut, hingga mata uang yang lebih bersahabat,” katanya.

Ditambahkannya, Asia Tenggara juga populer, karena untuk menuju ke sana tidak perlu mengurus visa. Negara seperti Thailand, Vietnam dan Kamboja juga mulai menarik perhatian. Sementara negara yang agak jauh, masih ditempati Australia.

“Lebih jauh, pada season libur Lebaran terdapat kenaikan positif bagi perusahaan. Walau menolak membuka data lebih lanjut, Smailing Tour menyebut kontribusi pendapatan per tahunnya paling besar disumbang dari corporate tour sebesar 65%. Sisanya disumbang dari leisure tour dan layanan MICE,” ungkap Putu.

Dijelaskannya kembali, corporate tour ini berisi fasilitas business trip dan lain-lain. Jadi revenue dihasilkan dari tiket pesawat dan hotel. Sementara pendapatan leisure datang dari aktivitas tour. Ke depannya, kami melihat tantangan berupa penurunan nilai mata uang tidak terlalu berpengaruh. Pihaknya lebih melihat bencana alam dan kondisi keamanan sebagai sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.

“Di semester II 2019 ini, kami masih fokus rebranding dengan experience tour ini. Kami lihat jenis liburan yang menawarkan pengalaman, apalagi yang bisa dibagikan, melalui foto dan lain-lain harus difokuskan dan diseriuskan,” tambahnya. [kontan.co.id/photo special]