AP I Belum Pastikan Pengoperasian Bandara Yogyakarta

ADALAH PT Angkasa Pura I yang belum dapat memastikan jadwal peresmian pengoperasian minimum Bandara New Yogyakarta International Airport, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena masih dilakukan verifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan.

Menurut Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I Taochid Purnama Hadi di Kulon Progo mengatakan jadwal operasi minimum tetap menunggu hasil verifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan yang saat ini masih berjalan. Saat ini, verifikasi kelayakan Bandara NYIA oleh Kementerian Perhubungan hingga 7 April ini.

“Verifikasi Kemenhub akan memastikan bahwa NYIA sudah sesuai standar untuk menempuh operasi perdananya. Izin operasi penerbangan jelas tidak akan dirilis apabila Kemenhub menemukan kondisi belum siap,” ujarnya.

Dikatakan, nantinya juga akan dilakukan uji coba operasional atau Operation Readyness and Transition (ORAT) dengan mensimulasikan alur penumpang sejak mulai check in, boarding, naik dan turun pesawat, hingga keluar dari bandara tersebut.

“Saya juga mengakui belum adanya kepastian pengoperasian Bandara NYIA juga berkaitan dengan beberapa rekomendasi dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menyebut NYIA belum layak beroperasi di bulan ini,” katanya.

Catatan hasil investigasi Ombudsman di antaranya, masalah internet dan jaringan, pengujian airfield lighting, hingga pengerjaan landasan pacu (runway). Dari sisi keamanan dan keselamatan penumpang, ia menyebut nantinya ada pembatasan area akses penumpang dalam terminal saat beroperasi maupun pembatasan akses pekerjaan proyek. Untuk mengatasi kebisingan dan debu dari pekerjaan yang masih berlangsung, ada mitigasi yang dibuat dan diharapkan berjalan baik.

"Catatan Ombudsman sudah kami tindaklanjuti, namun kami masih menunggu hasil verifikasi Kemenhub," kata Taochid.

Ia mengatakan PT AP I melalui KSO PT PP masih melakukan pekerjaan fasilitas sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside) dari Bandara NYIA. Progres pembangunan untuk menuju operasi minimum disebutnya sudah sekitar 93% atau 45% secara keseluruhan hingga operasi penuh di akhir tahun. Runway (landasan pacu) sudah akan memasuki tahap pengujian airfield lighting (sistem lampu) dan pengerjaan marka.

“Saya memastikan pada 7 April nanti pekerjaan di airside sudah rampung seluruhnya. Adapun di bagian terminal saat ini tengah dilakukan penyempurnaan. Instalasi kelistrikan serta kursi-kursi untuk pengguna jasa penerbangan di bandara tersebut sudah terpasang. Demikian juga beberapa tenant atau mitra penyewa gerai komersil sudah mulai bersiap masuk,” ungkapnya.

Ditambahkannya, tenant sudah mulai fitting out dan siap. Di ataranya Concordia Lounge. Terminal sudah hampir 100% dan harapannya minggu ini airside dan landside sudah selesai semua. Insyaallah kita masih bisa kejar (operasi) April. Untuk menara Air Traffic Control (ATC), disebutnya masih dalam proses pembangunan oleh AirNav, demikian juga kantor BMKG tengah dibangun.

"Kami sudah berkoordinasi dengan dua instansi itu dan dinyatakan sudah layak dioperasikan meski perangkat yang digunakan masih bersifat temporer, seperti tower modular," katanya. [antaranews/photo special]