Milenial Diminta Manfaatkan Tourism 4.0 Menangkan Persaingan Global

KEMENTERIAN Pariwisata mengajak kaum milenial untuk memanfaatkan keunggulan pariwisata di era revolusi industri 4.0 atau Tourism 4.0 untuk memenangkan persaingan sektor pariwisata di pasar global.

Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang akan mengubah secara mendasar wajah berbagai industri termasuk industri pariwisata.  Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital selain juga semakin dominannya travellers milenial.

Menurut  Menteri Pariwisata Arief Yahya di acara Millennial Gathering 2019 yang berlangsung di Kalimantan Timur (Kaltim), mengatakan sekitar 70% travellers melakukan search dan share melalui platform digital dan lebih dari 50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Saya mengajak kaum milenial di Kaltim agar memanfaatkan era revolusi industri 4.0 (tourism 4.0) menjadi sumber keunggulan kompetitif  baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global.

“Era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar dengan terwujudnya cost value atau dikenal dengan more for less, experience value (personalized), dan platform value (resources sharing) yang dinikmati para travelers,” ujarnya.

Dikatakan, terwujudnya seamless dan personalized experience, karena adanya peran teknologi 4.0 antara lain big data analytics,  artificial intelligence, internet of things (IoT), robotics, augmented reality, cloud computing,  maupun blockchain. Sebagai contoh konkrit, adanya robotic airport guide/helper memungkinkan dan membantu para travellers mempercepat proses check-in dan boarding di bandara.

Selain itu dengan memanfaakan teknologi augmented reality (AR) juga memungkinkan munculnya pelayanan e-concierge, m-payment, atau personal assistant di hotel. Begitu pula adanya teknologi virtual reality menjadikan seluruh informasi destinasi wisata tidak lagi melalui brosur atau penjelasan para guide, akan tetapi sudah memanfaatkan teknologi virtual reality lewat smartphone di tangan para travellers.

Kemenpar pada event ini mengangkat tema Created Creators: Millennial dalam Pariwisata di Era Industri 4.0 menegaskan kembali datangnya revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan.

“Cepat atau lambat akan terjadi di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. Sebagai persiapan menyambut tourism 4.0, Kemenpar antara lain menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange,” katanya.

Ditambahkannya, platform ini sebagai etalase produk pariwisata berwujud digital untuk mengakomodasi para UMKM kecil, mikro, dan menengah agar semakin eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace. [traveltext.id/photo special]