Ekspansi, ARTOTEL Group Akhirnya Buka Hotel Kedua di Jakarta

ARTOTEL Group membuka hotel terbarunya di tahun 2019 ini, ARTOTEL Wahid Hasyim, Jakarta sebagai hotel ke-8 yang dikelola ARTOTEL Group dan juga menjadi hotel kedua yang terletak di Jakarta Pusat.

Menurut Erastus Radjimin, CEO ARTOTEL Group mengatakan ARTOTEL Group bekerjasama dengan Robina Group untuk mengembangkan bisnis hospitality-nya dengan membuka ARTOTEL Wahid Hasyim secara resmi pada 12 April 2019. Hotel yang terletak di jalan KH. Wahid Hasyim No. 136-137, Jakarta Pusat memiliki 122 kamar dengan pilihan kamar Studio 20 dan Studio 40 yang tersebar di dua bangunan, East & West Wing.

“Dengan konsep rebranding project, mengingat gedung ini adalah dulunya bekas hotel, maka perubahan (renovasi) besar pun kami lakukan seperti untuk lobby, kamar, corridor hotel dan lainnya. Target renovasi hotel ini selama 3 bulan saja. Namun tidak meninggalkan ciri khas ARTOTEL dalam setiap pembangunannya akan selalu menggandeng seniman lokal untuk melukiskan karya mereka di setiap fasilitas hotel,” ujarnya.

Dikatakan, selain itu, ARTOTEL juga memiliki ARTSPACE yang merupakan ruang galeri yang diberikan yang menjadi fasilitas wajib di setiap ARTOTEL, terdapat juga fasilitas MEETSPACE sebagai ruang pertemuan yang memiliki kapasitas hingga 50 orang.

“Sebagai hotel yang didesain interiornya terinspirasi dari seni, ARTOTEL Wahid Hasyim, Jakarta mengaplikasikan unsur seni rupa di setiap sudut fasilitasnua dengan mengambil tema Metamorfosis dan berkolaborasi dengan 5 seniman lokal kontemporer yang dikurasikan secara khusus oleh divisi seni hotel,” kata Erastus.

Ditambahkannya, namun yang paling penting adalah merupakan suatu kehormatan kami kepada Robina Group selaku pemilik hotel menunjuk dan mempercayakan ARTOTEL Group untuk mengoperasikan hotelnya dimana lokasinya sangat berdekatan dengan ARTOTEL Thamrin, Jakarta.

“Sesuai dengan karakter ARTOTEL yang mengusung konsep hotel berkonsep seni dimana seni itu tidak ada yang sama, maka kami yakin dua ARTOTEL ini tidak akan berkompetisi, justru menjadi pelengkap satu sama lainnya,” ungkapnya.

Namun ketika ditanya mengenai prospek bisnis ARTOTEL Group, Erastus Radjimin lantas menjawab kini seiring dengan perkembangan zaman dan permintaan pasar yang beragam, kami mulai mengembangkan berbagai macam brand hotel yang dapat menyasar ke berbagai kalangan masyarakat dari kelas ekonomi hingga mewah, selain brand utama kami, ARTOTEL. Selain itu, kami juga mulai fokus untuk mengoperasikan berbagai outlet Food & Beverage baik berupa restoran, bar, maupun beach club.

Sementara Robin Makmur, COO Robina Group mengatakan sebagai pemilik hotel saya sangat senang bisa dapat bekerjasama dengan ARTOTEL Group, dan optismistis kedepannya ARTOTEL Wahid Hasyim bisa dapat berkompetisi dengan hotel lainnya di sekitaran daerah ini. Hotel ini membidik pasar bisnis, keluarga, millennial travelers.

Namun ketika ditanya mengenai nilai investasi perubahan hotel (renovasi) total dengan waktu hanya 3 bulan saja, lanjut Robin, untuk renovasi satu kamar saja dibutuhkan dana sekitar Rp600 hingga Rp700 juta  dan bila dikalikan dengan jumlah 122 kamar, maka total investasinya kurang lebih sekitar Rp86 miliar. Renovasi hotel diharapkan bisa dapat meningkatkan recurring income perusahaan. [traveltext.id]