Kemenpar Ingin Ada Survei Manfaat MICE Terhadap Masyarakat

DEPUTI Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan Kementerian Pariwisata menginginkan agar ada survei mengenai manfaat MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) terhadap masyarakat lokal di mana kegiatan MICE digelar.

"Kita menyelenggarakan event MICE baik meeting atau exhibition, tapi kita harus pikirkan juga berapa persen itu bermanfaat bagi masyarakat lokalnya. Mungkin ini harus ada surveinya. Pemerintah hingga saat ini belum mengetahui seberapa banyak kontribusi kegiatan MICE yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, Bali, misalnya, sebagai Best Venue MICE Destination, seberapa sih pendapatan venue itu yang bermanfaat untuk masyarakat lokal? Kita harus jeli juga melaksanakan kegiatan MICE supaya masyarakat lokal dapat juga manfaat.

Sementara Plt. Kasubdit Industri Direktorat Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas Istasius Angger Anindito mengatakan industri MICE diyakini memberikan dampak ekonomi yang besar terhadap masyarakat lokal.

“Saya ambil contoh perhelatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang digelar di Bali, Oktober 2018, yang memberi dampak Rp5,4 triliun terdiri atas Rp3,05 triliun berasal dari investasi infrastruktur dan Rp582 miliar dari pengeluaran peserta yang datang,” katanya.

Ditambahkannya, kegiatan itu juga mendatangkan devisa mencapai Rp396 miliar, di mana Rp341 miliar di antaranya berasal dari pengeluaran peserta mancanegara. Sedangkan sisanya sebesar Rp55 miliar berasal dari penunjang operasional selama periode 2017-2018.

"Kita ikut bahagia untuk masyarakat Bali karena ketika Bali ada acara besar, pembangunan diharapkan ke Bali semua. Misal perluasan areal parkir pelabuhan, fasilitas TPA, jalan layang hingga apron bandara. Perhelatan yang dihadiri belasan ribu peserta itu juga memberikan perspektif positif terhadap Indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, hal itu diperoleh dari survei yang dilakukan terhadap peserta di mana mereka yang separuhnya belum pernah ke Indonesia mengaku akan berkunjung kembali. Dari yang tadinya tidak kepikiran datang, 76% mengaku akan kembali. Namun apakah akan merekomendasikan orang lain datang ke Indonesia? 90% bilang iya.

Dengan capaian tersebut, Angger menyebut Indonesia telah mampu mendatangkan event MICE kelas dunia yang memberikan dampak besar. Saya berharap ke depan branding Indonesia sebagai destinasi MICE bisa terus digaungkan. [antaranews/photo special]