Traveltext.id

KEMENPAR: DIGITAL TOURISM STRATEGI EFEKTIF PROMOSIKAN WISATA DAERAH

REVOLUSI teknologi digital membawa pengaruh besar dalam kehidupan manusia saat ini, termasuk di bidang pariwisata. Sehingga digital tourism dinilai sebagai salah satu strategi efektif dalam mempromosikan potensi unggulan suatu daerah.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan revolusi teknologi digital ini tidak bisa dihindari, pasti terjadi. Secara alamiah akan mengubah dunia, menciptakan model bisnis baru, jadi pelaku industri yang tidak mau berubah dengan platform digital, pasti akan ditinggalkan customer.

“Disrupsi digital terjadi dalam industri dalam 3T, yakni telecommunication, transportation, dan tourism. Contoh di dunia transportasi. Disrupsi digital menghadirkan layanan transportasi online seperti Grab, Gojek dan Uber. Dengan munculnya digital transportation, harga pasar langsung berubah, harga drop drastis. Begitupun di telekomunikasi, semakin murah, semakin gratis, akan semakin untung. Karena itu WhatsApp (WA), Google, Baidu, Line mengirimkan pesan gratis, tidak berbayar,” ujarnya.

Dikatakan, sementara, revolusi ketiga adalah tourism. Ini yang paling saya wanti-wanti agar industri pariwisata Indonesia waspada. Menurut saya bila travel agent tidak bisa mengikuti perubahan zaman, dikhawatirkan akan bernasib sama seperti warung telekomunikasi (wartel), terbunuh dengan sendirinya.

“Travel agent konvensional akan sulit bersaing dengan online travel Agent, seperti Traveloka, Booking.com, TripAdvisor, Ctrip, dan lainnya. Namun salah satu rahasia mengapa pertumbuhan wisman Indonesia termasuk 20 besar dunia, atau naik hingga 25% di saat regional ASEAN dan dunia hanya naik rata-rata 6%, disebabkan digital tourism yang diterapkannya,” kata Menpar.

Ditambahkannya, 50% inbound pariwisata Indonesia merupakan generasi milenial dimana mereka look, book and pay sudah dilakukan secara digital. Oleh sebab itu generasi milenial merupakan target utama pariwisata Indonesia. Generasi milenial wajib menguasai pasar, baik pasar saat ini atau pasar masa depan. Selain itu generasi milenial juga harus open minded dengan digital karena kuncinya the more digital, the more global, sehingga dituntut lebih interaktif, mobile, dan personal.

“Meski demikian, setiap perubahan selalu menyisakan pro dan kontra. Tapi saya berprinsip jangan ragu dengan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, selama hampir 5 tahun ini, Saya memilih evolusi dipercepat, dalam bertransformasi menuju Digital Tourism 4.0,” ungkap Menpar Arief Yahya. [traveltext.id]