Traveltext.id

Penyelenggaraan INACRAFT 2018 Bidik Transaksi Ritel Rp149 Miliar

Penyelenggaraan INACRAFT 2018 Bidik Transaksi Ritel Rp149 Miliar

PENYELENGGARAAN International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2018 dari 25-28 April yang dibuka resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan acara ini begitu penting bagi Indonesia karena dari kerajinan tangan ini dapat menghasilkan lapangan kerja. Pastilah bahwa kerajinan ini atau handicraft, di samping memberikan lapangan kerja yang begitu banyak khususnya di daerah2 pedesaan sampai di kota-kota memberikan juga tentu dampak ekonomi yang baik, karena kalau sekarang namanya mulai masuk dalam ekonomi kreatif.

“Selain itu, besar harapan kita, melalui Inacraft ini pula dapat memajukan usaha-usaha kecil dan menengah (UMKM). Itu memberikan satu makna, baik ekonomi atau pun juga tentu pendapatan masyarakat dan memberikan dampak yang luas dalam ekonomi masyarakat kita secara keseluruhan,” ujarnya.

Sementara menurut Yanna Diah Kusumawati, Wakil Ketua Umum II Bidang Produksi, Produk, dan INFOKOM, Association of Exporters and Producers of Indonesian Handicraft (Asephi), mengatakan event ini menargetkan transaksi retail pada pameran produk kerajinan internasional ini dapat mencapai Rp149 miliar dan target transaksi tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Harapan kami Rp149 miliar transaksi retail, target kami ini, kalau flashback ke belakang selalu meningkat ya [targetnya]. Selain itu, penyelenggaraan INACRAFT 2018 ini juga menargetkan 200.000 orang pengunjung serta kontrak dagang sebesar US$12 juta selama penyelenggaraannya,” ujarnya.

Dikatakan, sekarang yang sudah confirmed itu ada ada dari 25 negara yang hadir dengan 1.000 buyer, tergantung nanti, bisa berubah-ubah. Pada INACRAFT 2018 yang merupakan gelaran ke-20 kali ini, pameran diikuti oleh 1.395 peserta dari seluruh Indonesia.

“Pesertanya mulai dari perajin, pengusaha, produsen, dan eksportir kerajinan dan beberapa negara sahabat yang menampilkan produk kerajinannya, seperti Jepang, Polandia, Uzbekistan, Korea Selatan, dan beberapa negara anggota ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Handicraft Promotion & Development Association (AHPADA),” katanya.

Ditambahkannya, INACRAFT 2018 diselenggarakan sejak 1999 dari awalnya hanya 120 booth hinggamenjadi lebih dari 1.300 booth. Dalam setiap penyelenggaraannya secara bergilir INACRAFT menampilkan kerajinan dari daerah tertentu di Indonesia sebagai ikon utama pameran.

“Pada INACRAFT ke-20 ini akan ditampilkan produk kerajinan, seni dan atraksi budaya Sumatera Utara. Setiap tahunnya peserta INACRAFT juga semakin kreatif dengan produk yang ditampilkan. Pengembangan produk dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan ya, banyak yang baru, ada inovasi, desain baru,” ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, ke depannya, peserta akan terus didorong untuk bisa siap menghadapi pasar ekspor. Yang penting adalah identitas dari produk kerajinan. Tantangannya adalah harus punya pengalaman, bagaimana menghadapi buyer, dan match dengan buyer, dan memenuhi kebutuhan buyer. [photo special]

Add comment