Traveltext.id

JOKOWI: SAYA INGIN WISATAWAN KE PULAU KOMODO DIBATASI

TERNYATA Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pembenahan kawasan dan pembangunan fasilitas-fasilitas Pulau Komodo harus terintegrasi dengan Pulau Rinca, yang masih termasuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Komodo.

“Saat ini di Pulau Komodo kurang lebih ada 1.700 komodo dan di Pulau Rinca kurang lebih ada 1.040 komodo. Untuk itu, saya meminta agar betul-betul dihitung daya dukungnya. Jangan sampai kita loss, bukan hanya urusan tourism saja tapi tidak juga melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi,” ujar Presiden Jokowo.

Dikatakan, nantinya akan dibuat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk wisatawan, mana yang untuk konservasi. Mana yang di-kuota, mana yang tidak. Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga wistawan di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau tidak mampu bayar ya nggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pula Rinca

“Rancangan besar ini, menurut saya, sebentar lagi akan dibuatkan Rapat Terbatas sehingga grand design-nya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan lautnya. Semuanya harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial. Kita ini senangnya mengerjakan parsial, anggaran setahun Rp200 juta, Rp500 juta, jadi mau buat apa gitu. Jadi betul-betul dirancang, uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan ini betul-betul kelihatan sambung semuanya kira-kira itu,” tegas Jokowi.

Saat ditanya apakah dengan demikian Taman Nasional Komodo akan ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Presiden Jokowi tegas menjadi tidak perlu, yang penting pembenahan kawasan ini dikerjakan dengan baik.

“Saya mengisyaratkan, nantinya Pulau Komodo akan dibuat lebih eksklusif, namun Pulau Rinca tidak. Tapi tetap ada kuota-nya. Rinca pun, tetap punya hitungan daya dukung, berapa wisatawan yang datang. Tak mungkin kita buka silakan, silakan, tidak ada seperti itu,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa ini adalah taman nasional. Jadi urusan lingkungan juga harus menjadi kalkulasi, menjadi hitungan.

Presiden Jokowi menargetkan semua pembenahan itu akan selesai maksimal dua-tiga tahun, karena ini pekerjaan berat. Jadi saat bandaranya jadi, runway-nya jadi, hotel-hotel mulai jadi, di sini juga siap.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana, Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. [photo special]