Berkat MICE, Grand Savero Hotel Catat Revenue 11% di 2018

BERKAT MICE (Meeting, Incentive, Conference & Exhibition), Grand Savero Hotel mencatat pertumbuhan pendapatan (revenue) dan okupansi kamar sebesar 11% dibandingkan tahun 2017.

Menurut General Manajer Grand Savero Hotel, Mustafa Rahmatono berkata, pendapatan hotel sebesar 60% didapat dari sektor MICE. Sementara 39% berasal dari penyewaan kamar hotel, dan 1% dari lain-lain. Tahun 2018 lalu, merupakan tahun yang bagus untuk kami. Sektor MICE masih mendominasi pendapatan. Bahkan sampai akhir pekan, booking ballroom masih ramai.

“Sementara di kuartal I 2019, keadaan agak bergejolak atau tidak sebaik tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh adanya Pemilihan Umum (Pemilu) yang jatuh pada April lalu. Tiap lima tahun sekali, atau saat tahun politik datang, pasti akan berimbas buruk pada industri perhotelan. Biasanya seperti itu. Namun saat ini kinerja Grand Savero mulai kembali sehat," ujar Mustafa.

Dikatakan, walau sempat sepi, pertumbuhan revenue dan okupansi hotel pada Kuartal I 2019 meningkat sebesar 12%-15% dibandingkan kuartal sebelumnya (q-o-q). Peningkatan ini juga terjadi berkat peralihan kepengurusan pernikahan oleh pihak Grand Savero Hotel. Sebelumnya, penyewaan gedung untuk pernikahan, dialihkan ke pihak ketiga.

"Langkah miss tersebut untungnya disadari dan cepat diubah. Kini kami putuskan semua hal untuk wedding ditangani sendiri. Tahun 2019 ini, Grand Savero Hotel masih bertumpu pada pendapatan dari sektor MICE. Dengan demikian, pihaknya memutuskan merenovasi ballroom besar-besaran yang diperkirakan selesai sebelum Lebaran agar dapat menampung tamu dan acara lebih banyak,” katanya.

Ditambahkannya, kami juga bekerja sama dengan digital marketer agar tamu dapat memesan kamar secara online. Hal ini jauh dilakukan setelah perusahaan ini meluncurkan fitur pemesanan tiket online pada website kami. Melalui digital marketer tersebut, tamu dapat booking jauh hari, bahkan membandingkan harga.

“Kami juga membangun ruang khusus bagi tamu yang merokok bernama Esco Coffee. Dengan demikian, selain menyediakan ruang aman bagi pengunjung yang tidak merokok, pihak hotel juga ingin menghargai kebutuhan tamu yang senantiasa merokok. Sementara menyambut Ramadhan dan Lebaran, kami menyediakan beberapa paket dan promo, seperti sewa plus buka puasa bersama, promo menginap dengan sahur, dan lain-lain," lanjut Mustafa.

Dijelaskannya kembali, momen puasa dan Lebaran tidak menjadi waktu khusus dimana hotel menerima lonjakan tamu maupun revenue. Pendapatan dan okupansi, lebih tinggi di hari kerja biasa dibandingkan dengan waktu liburan maupun Lebaran. Di hari kerja biasa, tamu yang datang tidak hanya memakai kamar tapi juga berkegiatan di gedung, seperti meeting, workshop, dan lain-lain. Kalau liburan dan Lebaran, tamu lebih banyak tinggal di kamar saja. Nah itu mengapa pendapatan lebih tinggi saat hari kerja, bukan momen Lebaran.

“melihat pertumbuhan revenue dan okupansi hotelnya dapat meningkat tahun ini. Saya tidak bisa memberikan target besaran angka, tapi saya melihat optimisme tersebut dari hasil persaingan yang ada.  Di tahun politik yang serba tidak pasti, Grand Savero Hotel bisa tetap stabil dari pemasukan MICE. Tidak banyak yang bisa bertahan seperti ini, bahkan kompetitor kami di kawasan Bogor pun tidak berdaya," pungkas Mustafa. [kontan.co.id/photo special]