UKM Pariwisata Labuan Bajo Didorong Naik Kelas Lewat Digitalisasi

BADAN Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores mendorong para pelaku UMKM yang bergerak di bidang pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa naik kelas dengan memanfaatkan kemajuan teknologi atau digitalisasi.

Menurut Direktur Utama BOP Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, saat Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata di Exotic Komodo Hotel di Labuan Bajo, belum lama ini menjelaskan, pihak kami sangat mendorong pelaku UMKM di Labuan Bajo dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, khususnya untuk memasarkan produk-produknya.

“BOP Labuan Bajo Flores hadir untuk memperkuat konten kearifan lokal sebagai aset budaya daerah. Salah satunya memperkuat UKM, agar pariwisata Labuan Bajo tidak hanya dikenal secara lokal. Tapi bisa go internasional, karena Labuan Bajo adalah destinasi dunia,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan itu diikuti 60 UKM, seperti Coffee Mane, Pork and Chicken Satay, Komodo Snacks, Mikisu Catering, Indo Latifa Oleh-oleh Khas Komodo, UKM pengolahan perikanan, UKM tenun, dan aksesoris kedaerahan. Hadir juga peserta asal kota lain seperti Ruteng dan Maumere.

“Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata digelar di Exotic Komodo Hotel di Labuan Bajo. Kegiatan ini sebagai komitmen BOP Labuan Bajo Flores mendorong pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah setempat. Pariwisata sebagai sektor unggulan penghasil devisa negara, hingga saat ini telah melahirkan 8 juta hingga 9 juta pelaku UKM. Dengan demikian, konsep go digital diharapkan lebih kuat lagi mendorong sektor industri UKM untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih besar,” katanya.

Ditambahkannya, adapun konsep go digital yang menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar, juga semakin mengokohkan industri pariwisata yang berkelanjutan. Serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Sementara Direktur Bidang Industri dan Kelembagaan BOP Labuan Bajo Flores, Jarot Trisunu mengatakan workshop ini dapat memperkuat UKM yang hadir, terutama tentang cara menjual produk-produk yang dihasilkan melalui pasar digital. Termasuk melalui branding yang kuat dan menjaga kontinuitas agar tetap stabil. Selain juga dengan mendorong agar pelaku UKM bisa melahirkan ide-ide bisnis digital baru khususnya mereka yang bergerak di bidang pariwisata.

“Sampai saat ini, kontribusi UKM bagi perekonomian nasional sangat besar. Bahkan keberadaan UKM menjadi lokomotif perekonomian kita. Di saat kegiatan ekonomi dengan skala besar mengalami perlambatan, UKM masih tetap kokoh dan terus tumbuh,” ungkapnya. [traveltext.id]